LATEST POSTS:
Recent Posts
Showing posts with label Foto Sejarah Cianjur. Show all posts
Showing posts with label Foto Sejarah Cianjur. Show all posts

34 Tempat Wisata Dan Wisata Ziarah di Cianjur Jawa Barat


Tempat Wisata di Cianjur – Bicara soal Kota Cianjur, tentu saja salah satu hal yang bisa dibicarakan dari kota ini adalah tempat wisatanya. Ya, di kota yang termasuk dalam administrasi Jawa Barat ini memang cukup banyak sajikan tempat wisata Cianjur yang sangat menarik. Jadi, bagi anda yang berkunjung ke Cianjur, berikut ada daftar tempat yang bisa anda kunjungi.

Wisata Ziarah Cikundul



Wisata Tirta Jangari
Terletak di Desa Bobojong, Kecamatan Mande, wisata Tirta Jangari ini merupakan genangan Waduk Cirata. Dari pusat Kota Cianjur sendiri, wisata ini berjarak 18 km. Bagi anda yang tertarik datang ke Wisata Tirta Jangari yang satu ini, anda tidak perlu khawatir sebab anda bisa menempuhnya dengan gunakan kendaraan umum maupun pribadi.

Pantai Jayanti
pantai-jayanti

Pelabuhan Pantai Jayanti, Cianjur – by instagram @maya06rmTempat wisata di Cianjur pertama yang di bisa dikunjungi adalah Pantai Jayanti. Lokasinya sendiri berada di Kecamatan Cidaun yaitu 140 km dari pusat kota. Keindahan pantai yang termasuk masih sangat alami ini tentu saja akan membuat liburan anda makin menyenangkan.Kebun Raya Cibodas

kebun-raya-cibodas

Kemudian, selain tempat wisata Cipanas Cianjur, ada juga Kebun Raya Cibodas yang bisa anda kunjungi bersama dengan keluarga. Pemandangan alam khas dearah pegunungan yang ditawarkan yang dipadu dnegan suasana yang dingin membuat anda bisa memilih tempat ini sebagai destinasi yang tepat.Istana Presiden di Cipanas

istana-presiden-di-cipanas
by instagram @samsul_alamzz

Berada di Cipanas, Istana Presiden ini tentu saja sangat menarik untuk dikunjungi. Istana yang telah dibangun oleh Van Heuts pada tahun 1970 di kawasan Cipanas yang sejuk membuat tempat wisata di Cipanas Cianjur ini sangat sejuk dan juga nyaman sehingga jangan sampai anda terlewat dengan tempat yang satu ini.Curug Citambur

curug-citambur
by instagram @ariawibawa55

Curug Citambur menjadi wisata alam di daerah Cianjur yang sebaiknya jangan sampai anda lewatkan. Curug yang satu ini berada di daerah Desa Karang Jaya, Pagelaran, Cianjur. Dengan tinggi air terjun yang mencapai 100 m dan keindahan alam yang tersaji tentu saja membuat wisata alam ini wajib ada dalam daftar wisata di Cianjur.Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

taman-nasional-gunung-gede-pangrango
by instagram @kakasetiawan011
Untuk wisata di Cianjur selanjutnya, anda bisa pilih Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Kawasan ini memiliki keanekaragaman ekosistem seperti ekosistem montana, sub-montana, sub-alpin, savana, danau hingga rawa. Tentu saja, hal ini membuat anda bisa menikmati berbagai pemandangan alam di satu tempat.Telaga Biru

telaga-biru
by instagram @sarrahans

Ada pula wisata Telaga Biru yang tidak kalah menarik di Cianjur. Dari pintu Cibodas, anda harus menempuh perjalanan sekitar 1,5 km. Telaga yang memiliki wana biru khas ini pasti akan membuat liburan anda makin menyenangkan.

Gunung Gede
gunung-gede
by instagram @armaaprilly

Untuk anda para pecinta alam, tidak ada salahnya mendaki Gunung Gede di Cianjur. Gunung yang memiliki tinggi sekitar 3000 mdpl ini menjadi salah satu tempat wisata Cianjur yang wajib bagi para pendaki. Keindahan puncak Gunung Gede adalah daya tarik tersendiri dari wisata ini.Air Terjun 

Cibeureum
air-terjun-cibeureum
by instagram @inul04

Anda ingin datang ke air terjun? Di Cianjur ada wisata yang bernama Air Terjun Cibeureum. Dari Cibodas, anda hanya perlu menempuh perjalanan sejauh 2,8 km untuk menikmati keindahan alam air terjun yang ditumbuhi lumut merah sekitarnya.Kandang Badakkandang-badak
by instagram @lukyerya17

Anda yang ingin melihat hewan langka Badak, tempat wisata di Cianjur Jawa Barat ini sangat pas untuk anda tentunya. Tempat wisata ini berada pada ketinggian sekitar 2.220 mdpl. Dari Cibodas sendiri, Kandang Badak berjarak sekitar 7,8 km dengan lama tempuh perjalanan 3,5 jam.Alun-Alun

  Suryakencana
alun-alun-suryakencana
by instagram @tanlennytan

Alun-alun Suryakencana menjadi objek wisata di Cianjur lain yang jangan sampai anda lewatkan saat datang kesini. Di tempat ini anda bisa melihat hamparan bunga edelweis yang sangat cantik. Pastinya, berselfie menjadi hal wajib saat datang ke tempat ini. Untuk musim terbaik, anda datang bulan Juni sampai September.Situs Gunung Padangsitus-gunung-padang
by instagram @ahmad_idhamrinaldi

Apabila anda ingin nikmati keindahan alam Cianjur sambil mempelajari situs sejarah, anda bisa berkunjung ke situs Gunung Padang. Inilah situs megalitikum yang berupa batu dan juga punden berundak. Berada di Desa Kwryamukti, Kecamatan Campaka, Cianjur, anda tentu saja akan temukan sebuah situs warisan purbakala yang berada di ketinggian 885 mpdl.Kota Bungakota-bunga-cianjur
Tempat wisata keluarga yang dapat anda kunjungi selanjutnya ialah Kota Bunga. Di tempat ini, anda bisa temukan banyak wahana liburan yang sangat sayang bila dilewatkan. Salah satu wahana yang paling terkenal di Kota Bunga yaitu cerminan Kota Venesia. Disini anda pun bisa berkeliling dengan gunakan cano. Tidak hanya itu, ada pula banyak wahana permainan anak dan penyewaan kuda.Gunung Mas Puncakgunung-mas-puncak
by instagram @aferdyaTidak kalah menarik untuk dikunjungi, inilah Gunung Mas Puncak. Lahan perkebunan teh yang membentang menjadi daya tarik utama tempat wisata ini. Ada pula disediakan wahana menarik seperti lapangan sepak bola, volly dan juga berkuda.Waduk Ciratawaduk-cirata
by instagram @nianyalestari
Bukan hanya wisata kolam renang Cianjur yang terkenal, tapi wisata waduknya pun tidak kalah menarik. Inilah Waduk Cirata, wisata lain yang jangan sampai anda lewatkan. Meskipun bernama waduk, yang akan anda temukan bukanlah waduk yang kecil. Akan tetapi anda bisa temukan sebuah waduk yang sangat luas. Berfungsi sebagai pusat pembangkit listrik, waduk ini juga dibuka sebagai tempat wisata yang banyak diminati orang. Anda yang ingin melihat keindahan waduk bisa menyewa kapal. Untuk masuk ke tempat wisata ini pun sangat murah. Anda hanya harus keluarkan ongkos parkir saja.
Danau Leuwi Soro
danau-leuwi-soro
by instagram @dya_iganov

Ada juga tempat wisata Cianjur lain yang sangat menarik untuk dikunjungi. Inilah Danau Leuwi Soro di Kecamatan Pagelara, Cianjur. Danau yang satu ini akan hadirkan suasana yang sangat asri. Air danau yang jernih dan tenang ditambah dengan pepohonan di sekitarnya membuat pemandangan alam danau ini sangat menarik. Dengan harga tiket masuk yang relatif murah membuat wisata tersebut sering dikunjungi.
Masjid Agung Cianjur
masjid-agung-cianjur
by instagram @ismailaldii

Anda juga bisa berwisata religi di Cianjur. Disini, anda bisa langsung datang ke Masjid Agung Cianjur. Masjid ini merupakan masjid yang telah berdiri sejak ratusan tahun lalu sebab dibangun pada 1810. Masjid tersebut dibangun di atas tanah wakaf Bupati Cianjur yang ke-4 yaitu Ny. Raden Bodedar binti Kanjeng Dalem Sabiruddin.Arum Jeram di Sungai CikundulBagi anda yang suka tantangan, anda bisa langsung datang ke Sungai Cikundul. Disana anda bisa memacu adrenalin anda dengan lakukan arum jeram. Dengan jalur sepanjang 7 km, wisata alam Cianjur ini jelas akan membuat anda tertantang. Ditambah dengan pemandangan alam yang memukau, aktivitas rafting anda akan makin menyenangkan.

the-jhons-aquatic-resort
by instagram @putrin_19

Apabila anda ingin menikmati berbagai permainan yang menarik, anda datang saja langsunh ke The Jhon’s Aquatic Resort. Di tempat ini, anda akan temukan banyak permainan yang tentu saja sangat menarik seperti Flying Fox, Trampilone, Waterball, ATV, Boat Lagoon hingga menunggang kuda. Berada di kawasan hutan Kota Cianjur, anda tentu akan dapatkan pemandangan yang indah.Tias Wisata CianjurAnda pun bisa datang ke Warung Jengkol, Rancagoong apabila ingin kunjungi Tias Wisata Cianjur. Di tempat ini, anda bisa dapatkan berbagai macam fasilitas liburan yang cukup lengkap. Untuk tiket masuknya, anda hanya cukup merogoh kocek 20 ribu per orang.Danau Sejuta PesonaAda pun wisata lain yang tidak kalah menarik. Inilah Danau Sejuta Pesona di Cianjur. Berlokasi di Kota Bunga, anda bisa temukan berbagai jenis permainan yang tentunya sangat menarik seperti bumper boat, mandi bola, gurita, magic ring, fantasy walk dan masih banyak lagi lainnya.Puncak Rindu Alam

puncak-rindu-alam
by instagram @dinyogii

Berada di Jalan Raya Puncak KM 83, Puncak Rindu Alam bisa jadi destinasi wisata yang sangat menarik untuk anda. Anda bisa menikmati keindahan alam pengunungan yang tentunya akan sangat menyenangkan. Fasilitas yang cukup lengkap seperti Masjid dan tempat makan membuat liburan anda makin menyenangkan.Perkebunan Teh PanyairanPerkebunan teh di Cianjur memang cukup banyak. Karena itulah anda bisa datangi berbagai perkebunan teh yang ada disana. Salah satunya ialah Perkebunan Teh Panyairan. Lokasinya sendiri berada di Jalan Raya Campaka, Kec. Campaka dan Sukanegara. Perkebunan teh ini berada 35 km dari pusat kota Cianjur.Perkebunan Teh Gedehperkebunan-teh-gedeh
by instagram @msple7
Perkebunan Teh Gedeh pun bisa menjadi pilihan wisata Cianjur anda lainnya. Di tempat ini, tentu saja, pemandangan pohon teh yang sangat luas tentu akan menjadi hal yang bisa anda nikmati. Apabila anda ingin datang ke kebun teh tertua yang ada di Pulau Jawa ini, anda bisa langsung datang ke alamat Jalan Raya Cipanas-Cianjur.
Wana Wisata Mandalawangiwana-wisata-mandalawangi
by instagram @nuruljp

Tidak kalah menarik untuk dikunjungi, inilah Wana Wisata Mandalawangi. Berada di Desa Rarahan, Kec. Pacet, tempat wisata di Cianjur dekat stasiun yang satu ini jelas sangat direkomendasikan. Berada 25 km dari pusat Kots Cianjur, anda bisa melihat berbagai flora dan juga fauna disana. Udara sejuk pun akan membuat suasana liburan anda menjadi makin menyenangkan bersama keluarga.Pantai Arfa
Bukan hanya terkenal dengan daerah pegunungan saja, Cianjur juga memiliki wisata pantai yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Inilah Pantai Arfa yang ada di daerah Cianjur. Lokasinya tepat di Kecamatan Sindang Barang, Kabupaten Cianjur daerah selatan. Anda yang akan datang ke sini tidak perlu bingung sebab lokasi wisata Cianjur Selatan ini ada dekat dekat dengan alun-alun Sindang Barang yaitu sekitar 300 meter saja.Wisata Kuliner di CianjurBerwisata ke sebuah kota tentu saja tidak akan lengkap tanpa wisata kulinernya. Jadi, selain wisata Cianjur Selatan, jika anda datang kesini, wisata wisata kuliner Cianjur jangan sampai terlewatkan. Anda bisa nikmati berbagai macam makanan khas dari Cianjur di berbagai tempat makan mulai dari restaurant hingga di pedagang kaki lima. Anda cukup pilih mana yang paling anda sukai.


curug-batu-lempar-cianjur
Curug Batu Lempar, Gedeh – Cianjur – by instagram @ramli_azhari

littlevenice-puncak
Littlevenice by instagram @ella_el_barca

curug-cibereum
curug cibereum, taman nasional gn. Gede pangrango. – By instagram @oyeng12taman-bunga-nusantara
Taman Bunga Nusantara by instagram @opii_triataman-joglo
Taman Joglo by instagram @nurunnisa_djuandisukanagara-cianjur-selatan
Sukanagara Cianjur Selatan by instagram @nanda_rahmawatiItulah wisata yang bisa anda kunjungi ketika anda datang ke Kota Cianjur. Banyaknya tempat wisata yang tersedia di kota tersebut tentu saja akan membuat anda makin betah liburan. Anda bisa menikmati berbagai macam wisata yang sangat menyenangkan mulai wisata alam, wisata air, wisata religi hingga wisata kuliner pun bisa dilakukan. Kemudian, bagi anda yang ingin mengunjungi berbagai tempat wisata di Cianjur yang murah ini, anda sebaiknya memilih tempat yang sesuai dengan keinginan anda
Sumber : https://tempatwisataindonesia.id/tempat-wisata-di-cianjur/
{[['']]}

EYANG HAJI GENTAR BUMI (SYEKH QUDROTULLAH)

 MAMA AANG NUH GENTUR

Eyang Haji Gentar Bumi :  adalah seorang aulia yang bermukim di Selatan Sukabumi. Semasa hidupnya, tokoh ini juga dikenal dengan nama Wali Sakti Qudratullah. Dia mengemban tugas mensyiarkan Islam di wilayah Selatan Sukabumi yang berbatasan dengan Pandeglang, Banten. Konon pada masanya, wilayah Selatan Sukabumi, tepatnya di kaki Gunung Halimun, menjadi basis pelarian sisa-sisa laskar Pajajaran yang melarikan diri.
Tak banyak kisah perjalanan hidup yang tertinggal dari sosok waliyullah yang kesohor ini. Tak ada literature resmi yang menceritakan perjuangannya. Namun sebuah sumber menceritakan, Eyang Haji Gentar Bumi adalah seorang manusia yang takqwa. Dia adalah perpaduan sempurna dari keturunan wali Cirebon dan ulama besar di Garut, Jawa Barat. Masa kecilnya dihabiskan di sebuah pondok di Garut. Setelah cukup dengan ilmu agama dan kadigdayaan, Eyang Haji Gentar Bumi mulai mengembara. Dengan kebijaksanaan dan kesaktiannya, Eyang Haji Gentar Bumi berhasil mengalahkan lawan-lawannya dan menjadikan mereka sebagai santri-santrinya.
Kesaktian Eyang Haji Gentar Bumi memang kesohor. Tak ada musuh yang sanggup berdiri tegak di hadapannya manakala mereka tengah bertarung. Dengan sekali hentakan kaki Eyang Haji Gentar Bumi, setiap musuhnya pasti oleng. Mereka merasa tanah yang dipiajaknya bergetar serasa dilanda gempa dahsyat.
Makam Eyang Haji Gentar Bumi berada di kaki Gunung Halimun, Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Berada di bukti kecil, makam keramat yang memiliki areal luas di tengah sejuknya udara pegunungan ini kerap dijadikan sebagai tempat pertapaan terakhir bagi orang-orang yang ngalab ilmu hikmah. Keramat ini dipercaya banyak orang sebagai persemedian terakhir untuk menyempurnakan ilmu kesaktian.
Berbekal sedikit informasi, Misteri meninvestigasi kekuatan mistik yang terdapat di makam keramat Eyang Haji Gentar Bumi. Ditemani Ustadz Abdul Qodir dari Sukabumi, Misteri tiba di tempat selepas dzuhur. Sambil istirahat di depan makam, kami bisa menyaksikan pemandangan ke segala arah.
Meski berada jauh di kaki gunung Halimun, areal makam ini nampak asri dan terawat dengan baik. Batu-batu menhir bertebaran menghiasi taman-taman di sekelilingnya. Sementara batu-batu alam tertata apik di sekeliling makam, nampak seperti lantai yang terbuat dari marmer hitam. Empat buah tiang penyangga cungkup pun tak kalah artistiknya. Terbuat dari kayu hitam berukir, yang menyangga cungkup berukiran kayu jati.
“Bangunan ini sumbangan dari seorang pejabat Pemda Karawang,” kata seorang peziarah.
Setelah cukup istirahat, Ustadz Abdul Qodir atau Abah Qodir mulai melakukan tawasulan, mengirim doa-doa khusus. Misteri duduk di belakang Abah Qodir sambil menyelidik ke segala arah.
Sudah lewat 20 menit Abah Qodir duduk di depan makam, namun Misteri tak menyaksikan peristiwa gaib apapun. Namun tak lama berselang, Abah Qodir tiba-tiba meraung dan merintih-rintih seperti kesakitan. Tubuhnya oleng, meliuk-liuk seperti tertiup angin.
Setengah terkejut Misteri menghampiri Abah Qodir. Dia tak bergeming. Abah Qodir tetap duduk meditasi dengan mata terpejam. Tiba-tiba angin puyuh menghembus di atas makam Eyang Haji Gentar Bumi. Kekuatannya menyingkap gamis dan sorban yang dikenakan Abah Qodir. Misteri yang berada di sisi kiri makam tentu saja kaget merasakan tiupan angin dingin yang datang tiba-tiba itu.
Belum hilang keterkejutan Misteri, tiba-tiba tubuh Abah Qodir terjerembab, telentang dengan mata melotot. Nampak jelas raut muka lelaki 48 tahun ini diliputi rasa cemas. Sesaat kemudian Abah Qodir baru bisa menguasai diri dan mengucap istighfar. “Astaghfirullah!” Ucapnya, lirih.
“Ada apa, Bah?” Tanya Misteri.
Abah Qodir tak menjawab. Dia malah bangkit dan menjauh dari makam. Dalam dalam tasnya dia kemudian mengambil minuman dan menenggaknya hampir habis.
“Tadi saya berusaha mengundang gaib penghuni makam ini. Tapi dia tidak mawujud, saya hanya melihat hewan-hewan gaib peliharannya,” jelas Abah Qodir setengah berbisik.
Sebenarnya, banyak hal yang ingin Misteri ketahui dari pengalaman Abah Qodir. Tapi melihat kondisinya yang nampak lelah, sementara Misteri memilih diam. Mungkin Abah Qodir perlu waktu sedikit untuk mengatur napas dan menghisap sebatang rokok.
Setelah tenang, Misteri mengajak Abah Qodir duduk di tangga menuju makam. Beberapa menit kemudian, Abah Qodir baru menceritakan pengalamannya.
Menurutnya, setelah tawasul dan membuka pintu alam gaib dia melihat pemandangan yang menakjubkan. Kebun yang luas dan sawah yang berada di sekeliling makam Eyang Haji Gentar Bumi itu tiba-tiba berubah dipenuhi ribuan ekor kerbau, sapi dan kambing. Hewan-hewan itu bergerombol makan rumput seperti tak memperdulikan kehadiran Abah Qodir.
Setelah diteliti, hewan-hewan itu ternyata seluruhnya berkulit dan berbulu putih atau bule. “Saya benar-benar takjub melihat pemandangan itu,” aku Abah Qodir.
Namun beberapa saat kemudian hal yang tak diinginkan terjadi. Abah Qodir melihat seekor kerbau bule dengan tanduk panjang mengamuk, membuat kawanan bintang itu panik dan berlarian ke segala arah. Abah Qodir yang berdiri tak jauh dari gerombolan kambing tentu saja ikut terkena imbasnya. Kambing-kambing berlarian. Beberapa ekor di antaranya menabrak Abah Qodir.
“Saya melihat ada hal yang tak beres di sana, lalu saya cepat kembali ke alam ini,” jelas Abah Qodir.
Makam Eyang Haji Gentar Bumi memang keramat. Misteri dapat merasakan aura gaibnya yang terpancar kuat. Hal ini pun dirasakan oleh dua orang anak muda yang datang dari dalam surau yang berada di bawah makam. Anak-anak muda yang mengaku bernama Ahmad Gibran, 20 tahun, dan Jumat, 27 tahun, ini juga pernah mengalami hal mistik di makam Eyang Haji Gentar Bumi.
Ahmad Gibran, pemuda lajang asal Ciapus, Bogor mengaku datang ke makam Eyang Gentar Bumi atas perintah gurunya Haji Uu Supriatna di Cikaret, Bogor. Sesuai perintah gurunya, Ahmad harus menyempurnakan ilmunya di makam ini dengan membaca Doa Nurbuwat sebanyak 118 kali setelah shalat Hajat.
Sejak berguru pada H. Uu Supriatna, Ahmad mengaku telah 10 kali datang ke makam Eyang Haji Gentar Bumi. Dan setiap kali datang Ahmad harus menginap paling tidak 10 hari untuk menyempurnakan ilmunya.
Disebutkan H. Uu Supriatna, makam Eyang Haji Gentar Bumi adalah tempat musyawarahnya para aulia pulau Jawa. Jika mereka hadir di sana, tanda-tandanya dapat terlihat dengan harum bunga melati di sore hari. Padahal di sekitar tempat itu tidak terdapat bunga melati atau sedap malam. Anehnya, wangi bunga-bunga itu sering tercium pada malam purnama.
Seperti juga Ahmad, Jumat datang ke makam ini untuk menyempurnakan ilmunya. Sudah 5 kali Jumat dia datang ke makam ini dan setiap kali datang dia harus nginap paling tidak 7 malam.
Ada hal gaib yang pernah dialaminya. Suatu sore setelah membacakan dzikir di depan makam, Jumat dikagetkan olah sekelebatan bayangan yang datang dari tangga menuju makam. Makin lama bayangan itu nampak jelas seorang tua berjubah hijau. Meski ada rasa takut namun Jumat menguatkan hatinya untuk tetap duduk di tempatnya. Sebab dia yakin makhluk ini bukan manusia, tapi pastilah makhluk halus.
Tak ada kata-kata apapun yang keluar dari mulut Jumat. Begitu juga dengan makhluk yang baru saja hadir itu. Makhluk itu terus berjalan melintas makam dan sejenak berdiri di depan makam. Tak jelas apa yang dilakukannya, namun pasti makhluk itu membaca sesuatu lalu mengusap wajahnya. Sesaat kemudian dia kembali berlalu menuruni anak tangga ke arah gunung Halimun dan menghilang di balik pohon.
“Saya yakin itu pastilah wujud gaib Eyang Haji Gentar Bumi. Mungkin dia hendak ke puncak Halimun,” kenang Jumat.
Menelisik dunia gaib memang tidak mudah. Tapi kita harus yakin bahwa hal-hal gaib itu benar adanya. Demikian pula dengan makam Eyang Haji Gentar Bumi. Banyak orang telah membuktikan keangkerannya.

NASABNYA :
Silsilah Keturunan Mama Aang Nuh Gentur

Dari pihak Ibu:

1.  Nabi Muhammad Saw
2.  Sayyidina Ali karroma Allahu wajhahu dan Fatimati Azzahro’
3. Sayidina Husein As.
4. Sayyidina Ali Zaenal Abidin Ra.
5. Muhammad Al Baqir
6. Ja'far Ashodiq
7. Ali AI'Aridhi
8. Muhammad
9.Isa Albasyari
10. Ahmad Al Muhajir
11. Ubaidillah
12. 'Uluwi
13. Ali Kholi'i Qosim
14. Muhammmad Shohibul Murobath
15.‘Uluwi
16. Abdul Malik
17. Abdullah Khona
18. Imam Ahmad Syah
19.Jamaludin Akbar
20.Asmar Kandi Gisik Karjo Tuban
21.Ishak Makdhum
22 Muhammad Ainul Yaqin
23. Sunan Giri Laya
24. Wira Candera
25. Kentol Sumbirana
26. Rd. Ajeng Tanganziah
27. Waliyullah Syeikh Haji Abdul Muhyi Pamijahan
28. Syekh Abdullah
29. Syekh Tubagus Nidhor
30. Syekh Abdul Qodir Cihaneut
31. Syekh Muhammad Sa`id
32. Syekh Ahmad Syathiby
33. Mama Aang Nuh Gentur

Dari ayah:

1.   Nabi Adam As.
2.   Nabi Syis As.
3.   Anwar ( Nur cahya )
4.   Sangyang Nurasa
5.   Sangyang Wenang
6.   Sangyang Tunggal
7.   Sangyang Manikmaya
8.   Brahma
9.   Bramasada
10. Bramasatapa
11. Parikenan
12. Manumayasa
13. Sekutrem
14. Sakri
15. Palasara
16. Abiyasa
17. Pandu Dewanata
18. Arjuna
19. Abimanyu
20. Parikesit
21. Yudayana
22. Yudayaka
23. Jaya Amijaya
24. Kendrayana
25. Sumawicitra
26. Citrasoma
27. Pancadriya
28. Prabu Suwela
29. Sri Mahapunggung
30. Resi Kandihawan
31. Resi Gentayu
32. Lembu Amiluhur
33. Panji Asmarabangun
34. Rawisrengga
35. Prabu Lelea ( maha raja adi mulya )
36. Prabu Ciung Wanara
37. Sri Ratu Dewi Purbasari
38. Prabu Lingga Hyang
39. Prabu Lingga Wesi
40. Prabu Susuk Tunggal
41. Prabu Banyak Larang
42. Prabu Banyak Wangi / Munding sari I
43. ( a ) Prabu Mundingkawati / Prabu Lingga Buana
             / Munding wangi (Raja yang tewas di Bubat)
      ( b ) Prabu boros ngora / Buni sora suradipati
              / Prabu Kuda lelean berputra : Ki Gedeng Kasmaya
44. Prabu Wastu Kencana / Prabu Niskala wastu kancana
      / Prabu Siliwangi I
45. Prabu Anggalarang / Prabu Dewata Niskala /
      Jaka Suruh ( Raja Galuh / Kawali )   
46. Prabu Siliwangi II / Prabu Jaya dewata
      / Raden Pamanah rasa / Sri Baduga Maha Raja
47. Ratu Galuh
48. Ratu Puhun
49. Kuda Lanjar
50. Mudik Cikawung Ading
51. Entol Penengah
52. Sembah Lebe Warto Kusumah
53. Syekh Abdul Muhyi Pamijahan
54. Syekh Abdullah
55. Syekh Tubagus Nidhor
56. Syekh Abdul Qodir Cihaneut
57. Syekh Muhammad Sa`id
58. Syekh Ahmad Syathiby
59. Mama Aang Nuh Gentur

PARA GURUNYA :

1.    Ayahnya sendiri yakni Mama Ajengan Kaler ( K.H.Ahmad Syathiby)
2.    Uaknya yakni Mama Ajengan Kidul K.H. Muhammad Qurthuby
3.    Mama Cijerah K.H. Muhammad Syafi`i

TEMAN SEPERJUANGANNYA DI PONDOK PESANTREN CIJERAH :
1. Mama Sindang Sari ( K.H.Thoha bin K.H.Muhammad Showi )
2. Mama Badaraksa ( K.H.Thoha bin K.H.Hasan Al-Mustawi )
3. Mama Gelar ( K.H.Abdus Shommad )
4. Mama Obay karawang
5. Mama Syarifuddin Ponpes Fathul Huda cipaku Samarang garut
6. Ir.Soekarno Hatta ( Presiden RI pertama )
7. Dll.
AWAL KARAMAH NYA :
di waktu beliau berziarah ke makam Habib  Husen bin Abu bakar Al-Aydrus di Luar Batang, daerah Pasar Ikan, Jakarta, beliau langsung bertemu secara jaga ( yaqozhoh ) dengan Habib  Husen bin Abu bakar Al-Aydrus dan di sambut baik sambil keluar dari dalam kuburnya....kemudian ditalqin dan di baiat langsung oleh Habib  Husen bin Abu bakar Al-Aydrus pemilik makam keramat luar batang....Masya Allah....itu semua adalah kekuasaan Allah Swt.

SEBAGIAN KARAMAH NYA :

- naik di atas monas dan ditembaki oleh jepang tahu-tahu berada di rumahnya
- masuk kedalam drum di tembaki oleh blanda tahu-tahu berada di rumahnya
- orang yang sedang melamun ditempelengnya kemudian  di suruh jualan peuyeum ubi kemudian orang tersebut mendadak kaya
dan banyak lagi Karamah yang lainnya yang belum Admin. tulis.....


Beliau wafat pada tahun 1990 M. semoga beliau dirahmati Allah...Aaaaaamiiiin.
Sumber : http://denishofiyullah25.blogspot.com/2014_02_01_archive.html
{[['']]}

Sejarah Asal Mula Cianjur

Tiga abad silam merupakan saat bersejarah bagi Cianjur. Karena berdasarkan sumber – sumber tertulis , sejak tahun 1614 daerah Gunung Gede dan Gunung Pangrango ada di bawah Kesultanan Mataram. Tersebutlah sekitar tanggal 12 Juli 1677, Raden Wiratanu putra R.A. Wangsa Goparana Dalem Sagara Herang mengemban tugas untuk mempertahankan daerah Cimapag dari kekuasaan kolonial Belanda yang mulai menanamkan kekuasaan di tanah nusantara. Upaya Wiratanu untuk mempertahankan daerah ini juga erat kaitannya dengan desakan Belanda / VOC saat itu yang ingin mencoba menjalin kerjasama dengan Sultan Mataram Amangkurat I.
Namun sikap patriotik Amangkurat I yang tidak mau bekerjasama dengan Belanda / VOC mengakibatkan ia harus rela meninggalkan keraton tanggal 12 Juli 1677. Kejadian ini memberi arti bahwa setelah itu Mataram terlepas dari wilayah kekuasaannya.
Pada pertengahan abad ke 17 ada perpindahan rakyat dari Sagara Herang yang mencari tempat baru ke pinggiran sungai untuk bertani dan bermukim. Babakan atau kampoung mereka dinamakan menurut nama sungai dimana pemukiman itu berada. Seiring dengan itu Raden Djajasasana putra Aria Wangsa Goparana dari Talaga keturunan Sunan Talaga, terpaksa meninggalkan Talaga karena masuk Islam, sedangkan para Sunan Talaga waktu itu masih kuat memeluk Hindu.
Sebagaimana daerah beriklim tropis, maka di wilayah Cianjur utara tumbuh subur tanaman sayuran, teh dan tanaman hias. Di wilayah Cianjur Tengah tumbuh dengan baik tanaman padi, kelapa dan buah-buahan. Sedangkan di wilayah Cianjur Selatan tumbuh tanaman palawija, perkebunan teh, karet, aren, cokelat, kelapa serta tanaman buah-buahan. Potensi lain di wilayah Cianjur Selatan antara lain obyek wisata pantai yang masih alami dan menantang investasi.
Aria Wangsa Goparana kemudian mendirikan Nagari Sagara Herang dan menyebarkan Agama Islam ke daerah sekitarnya. Sementara itu Cikundul yang sebelumnya hanyalah merupakan sub nagari menjadi Ibu Nagari tempat pemukiman rakyat Djajasasana. Beberapa tahun sebelum tahun 1680 sub nagari tempat Raden Djajasasana disebut Cianjur (Tsitsanjoer-Tjiandjoer).
referensi: wikipedia

Berita @RadarCianjur

{[['']]}

Kesenian Ngarak Posong Sanggar HIBAR Cianjur

Ngarak Posong di Kabupaten Cianjur merupakan kesenian yang terus dilesarikan dan dikembangkan. Kesenian Ngarak Posong belum lama ini ditampilkan pada Hari Ulang Tahun Karang Taruna ke 52 tahun tingkat Kecamatan Cibeber di lapangan olah raga Cibeber. Seperti apa kesenian ini.
Laporan : DENI ABDUL KHOLIK, Cianjur
Kesenian Ngarak Posong dilestarikan dan dikembangkan warga Kampung Balengbang Desa Sukaraharja Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur. Sebelum dikemangkan kesenian Ngarak Posong, awalnya di kampung tersebut merupakan tempat budidaya belut. Sebagian warga sekitar bermata pencaharian dari budidaya belut.
Hasil budidaya belut diolah menjadi makanan, dari mulai belut goreng manis, asin, dan krispi belut. Untuk pemasarannya sudah merambah ke berbagai daerah d Jawa Barat dan Nasional. Bahkan sudah mengekspor ke Singapura. Selanjutnya, warga yang merasakan kesejahteraan dari budi daya belut, lalu berpikir untuk melestarikan Ngarak Posong. Posong sendiri merupakan alat untuk menangkap belut yang terbuat dari kayu.
“Waktu itu, kami berpikir mencari penghasilan untuk keluarga dari budidaya belut, sementara belut sendiri khas orang sunda. Karena itu, warga disini membuat kesenian Ngarak Posong,” kata penggagas sekaligus Ketua Sanggar Hibar (Hiburan Barudak), Ngarak Posong, Kampung Balengbang Desa Sukaraharja Kecamatan Cibeber, Cianjur, E Supardi, kemarin.
Menurutnya, setelah selesai dideklarasikan dua tahun lalu, lalu dirinya merekrut warga sekitar untuk dilatih menampilkan seni Ngarak Posong. Pormasi Ngarak Posong sendiri terdiri dari laki-laki dan perempuan. Dalam tradisi ini menampilkan posong ukuran besar dan belut ukuran besar juga. Penampilan ngarak posong ini diiringi musik kesenian, khas orang sunda. “Ini yang dilestarikan kami. Artinya posong dan kesenian musik, seperti kecapi, gong, suling, merupakan kesenian orang sunda yang kami terus lestarikan,” tuturnya.
Dia menjelaskan, Ngarak Posong memiliki filosopi yang bermakna, dan menjadikan manusia khususnya warga muslim berpikir untuk menjadi orang benar. “Filosopi Ngarak Posong ini mengarah kepada peningkatan keimanan kepada Yang Maha Kuasa,” tuturnya. (**)
[box] referensi: radarcianjur[/box]

Berita @RadarCianjur

{[['']]}

Sesebatan Basa Sunda

Sebatan ka jalma

Sesebatan/predikat, ka jalma, di Sunda kawilang seueur. Nu didamel patokan, aya opat, nya eta:
a) Ngabantun tina benten yuswa,
b) Ngabantun tina rupa/wanda,sareng kaayananana,
c) Ngabantun tina tingkah-laku, sareng
d) Ngabantun tina pangkat/kalungguhan/padamelan.

A. Sesebatan ka jalma, ngabantun tina benten yuswa

Baleg tampele = Beger(pameget), binarung rasa isin/sieun.
Baraya = Anu sami sarundayan dina pancakaki.
Baris wali = Pameget turunan ti rama.
Batur sakasur  = Iistri-pameget/salaki-pamajikan.
Bebene  = Kabogoh (istr)/piistrieun.
Beger = Mangkat birahi, pameget ngawitan resep ka istri, ngawitan istri resep ka pameget.
Beger mindo = Beger ka dua (yuswa 30 taunan).
Beubeureuh = Kabogoh (pameget) /pisalakieun.
Beubeureuh maneuh  = Caroge/salaki.
Bilatung dulang = Budak sesedengna resep barangtuang.
Budak/murangkalih = Ti ngawitan tiasa calik, dugi ka bade rumaja.
Bujang jenglengan = Pameget sesedengna rumaja.
Bujang kolot = Pameget nu tos yuswa 40 taun, tacan nikah.
Bujang tarangna = Pameget, nu tos kawin, tapi tacan nikah.
Cueut ka hareup = Yuswa langkung ti 50 taun.
Deungeun-deungeun  = Batur, taya patula-patalina sareng pancakaki.
Duda maesan = Pameget nu dikantun maot, ku istrina.
Dulur mindo  = Putra dulur misan.
Dulur pateterean  = Istri/pameget, nikah, pada gaduh/nyandak putra ti nu tipayun.
Dulur sabapa = Ramana sami,ibuna benten.
Dulur sabrayna/Dulur misan  = Putra rayi, atanapi putra raka.
Dulur saindung  = Ibuna sami, ramana benten.
Dulur sasusu  = Nu nyusuna ka ibu nu sami.
Dulur/Dulu pet ku hinis = Adi/lanceuk saibu-sarama.
Galak Sinongnong = Beger(istri), ti katebihan wanton, tos caket, isin.
Gulangkep  = Nikah ka wargi/pamili.
Jabang bayi = Orok nu masih keneh dina lebet kandungan.
Jajaka, bujangan = Pameget, nincak rumaja (tacan nikah).
Kembang buruan = Budak nuju sesedengna pikayungyuneun.
Kulawarga = Ibu,rama,putra.
Lelengkah halu = Budak nuju diajar leumpang.
Ngemboan = Rumaja/pameget, nu soantenna ngawitan ngaageungan, salira sembada, ngawitan bijil kumis lemes.
Orok = Ti ngawitan dilahirkeun, dugi ka tiasa calik.
Pamili  = Anu saturunan atanapi sakocoran ti ibu/rama.
Pancakaki = Rundayan turunan. Conto: Nini/aki- indung/bapa - anak - incu - buyut - bao - janggawareng - udeg-udeg - kait/gantung siwur - laer. ancakaki sanesna: Lanceuk - adi - paman - bibi - ua/toa - alo - suan - lanceuk misan - lanceuk sabrayna - adi misan - adi sabrayna. Panganten = Istri/pameget nu ditikahkeun.
Parawan jekekan = Parawan sesedengna rumaja.
Parawan kolot  = Istri nu yuswana tos langkung ti 28 taun, tacan nikah.
Parawan,cawene,mojang = Istri nu nincak rumaja (tacan nikah).
Patih goah  = Istri/pamajikan.
Pikun  = Tos sepuh pisan, emutanana tos mulih deui sapertos murangkalih.
Randa  = Istri nu tos dipirak/ditalaq.
Randa bengsrat  = Istri nu tos, dipirak, tapi tacan kulem sagebrug( parawan keneh).
Randa maesan = Istri nu dikantun maot ku pamegetna.
Sengserang padung = Jalmi nu parantos sepuh, nu tereh maot
Sengserang panon = Parawan/rumaja sesedengna resep ka pameget.
Tawehwoh = Tos sepuh pisan, waosna tos arompong.
Tengah tuwuh  = Yuswa 50 taun.
Tokroh-tokroh = Tos sepuh pisan, mapahna nganggo teteken/iteuk.
Tunggang gunung = Yuswa langkung ti 60 taun.
Turun Amis Cau = Rumaja putri, nu nembe kaluar rambut lemes/bulu, tina luhureun taar. Cirina, soanten halimpu, resep dangdos/ngageulis.
Turun karanjang = Pameget nu dikantun maot ku istrina, nikah ka adi-beuteung.
Umuran/Meunang umur  = Yuswa 40 taun.
B. Sesebatan ka jalma, ngbantun tina Rupa / Wanda / Kaayanana

Bahenol = Istri geulis taya cawadeun, pikabitaeun pameget.
Bayuhyuh = Pameget nu lintuh.
Bedegul  = Salirana besekel.
Beke  = Salirana pendek.
Belekesenteng = Buta-tulang,buta-daging,meujeuhna gede wawanen, rosa tanaga.
Bengo = Baham/sungutna menyon ka kiwa/tengen. Biasana akibat struk, incok, atanapi nyabut waos lalawora.
Beuteung-anjingeun  = Patuanganana neros ageung ka luhur, sapertos beuteung anjing.
Beuteung-bangkongeun = Patuanganana rubak ka gigir.
Bewosan  = Pipi sareng gado pinuh ku bulu.
Bolotot  = Siki socana ageung.
Bongkok  = Tonggongna bengkung.
Bongkok meongeun  = Bengkung palebah punduk.
Bongsor/Haloghog = Enggal ngaageungan.
Bopeng  = Dina damis (pipi) seueur ceda tilas cacar.
Bucitreuk  = Patuangan ageung/nonjol, salira alit.
Budayut = Bureuteu, patuangan nyemplu.
Bule  = Kulit sareng rambutna sapertos Walanda.
Buntet  = Salirana pondok.
Butak  = Rambutna teu janten/murudul/dugul semu herang.
Cadel = Nyariosna teu bentes, lebah nyebat huruf R.
Cameuh = Gadona nyueut ka payun.
Candael  = Nyariosna anca.
Ceking  = Salirana alit/begang.
Cenggehan = Remana aya nu dempet.
Ciriwis = Rambutna carang.
Deleng  = Panempona/panenjona = menceng.
Denggol = Tarangna nongnong.
Deog-pengkor = Ngagepor teu tiasa mapah.
Egang = Mapahna ngageang, sapertos murangkalih nu nembe disepitan.
Galing  = Rambutna merengkel.
Galing muntang = Galing tungtungna wungkul.
Gehgeran = Sok nurutan cariosan atanapi gerak batur/latah.
Gembil = Pipina lintuh.
Gembru = Budak lintuh.
Geulis = Istri nu gaduh rupa sae.
Gondok = Panyawat dina tenggek (beuheung), ngagayot.
Gondok-laki = Bagian tulang genggerong/tikoro nu nonjol(dina tenggek pameget).
Harigu-manukkeun = Dadana rada nonjol ka payun.
Hideung santen = Semu hideung, mulus sareng beresih.
Hulu-peutieun = Sirahna alit, teu saimbang sareng salirana.
Jebleh = Lambey handap ngampleh.
Jebrag = Dampal sampeanana meber ka gigir.
Jeding = Lambey luhur nyudik.
Kampeng = Sirahna penjol.
Karehol = Waosna teu beres.
Kasep = Pameget nu gaduh rupa sae.
Kempot  = Damis/Pipina ngalewo upami imut, sapertos liang undur-undur. bIasana istri. Sok nambihan geulis.
Kempreng = Pananganana paeh teu tiasa diobahkeun.
Keueuseun = Waos murangkalih aya teu janten sapalih, dugi ka siga ompong.
Kiting  = Rema/Ramona merengkel.
Kutet = Salirana alit wae.
Lenggik = Istri nu cangkengna alit.
Lolong  = Socana teu ningal, duanana.
Mikung = Cepilna alit, daun cepilna kewung(semu murungkut).
Montok = Awakna seseg tur sehat.
Ngohngor = Waosna nonjol ka payun.
Ompong = Waosna parunglak.
Pacer = Bitisna alit.
Peang = Salirana kuru, teu saimbang sareng jangkungna.
Pecak = Socana teu ningal sapalih (sabeulah).
Pengkeh = Sampeanana leter 0.
Pincang = Sampeanana alit sapalih.
Pinced = Tetepokanana(Sakedik luhureun pingping/caket birit), luhur sapalih.
Pireu  = Teu tiasa nyarios.
Ponges = Pangambungna cacad.
Rebing = Daun cepil (ceuli)na rubak.
Rejeh = Biwir socana beureum tur caian wae.
Rijep = Socana sering ngerejep/keukeureuceuman.
Saliwang/liwar = Sering lepat nguping/sapertos nu kirang dangu.
Sengkek = Tenggekna/beuheungna pondok.
Sipit = Siki socana ali (sapertos soca Cina/Jepang).
Songgeng = Bujurna nonjol ka pengker, cangkengna dengkeng.
Sumbiar = Upami ningal, teu anteb, kamana karep.
Suwing = Lambey luhurna mung sapalih/cacad. T
aktak-korangeun = Taktakna mudun (teu simetris), sapertos korang.
Teklok = Sampeanana leter x .
Telebeng = Bebeng/rada lintuh, teu aya cangkengan.
Tonggar = Waos luhur nonjol ka payun.
Torek = Teu tiasa ngadangu/nguping.


C. Sesebatan ka jalma, ngabantun tina patokan tingkah laku

Alus kukulinciranana = Gede milik.
Anak - emas = Kakasih, anu leuwih dipikanyaah.
Anak bulu taneuh  = Turunan bapa tani.
Batur - sakasur = Pamajikan atawa salaki.
Belang - bayah = Hade diluarna dijero na mah goreng.
Buntut - kasiran = Medit
Ceplak-pahang = Ngomongna matak pinyerieun batur.
Ceuli – lentaheun  = Teu kaop ngadenge sora tuluy hudang.
Dulang - tinande  = Pasrah ka salaki.
Geledug – ces = Jangjina mulek tapi teu tulus.
Gereges -gedebug = Gurunggusuh,
Lesang - kuras = teu bisa nyekel/nyimpen rejeki.
Getas - harupateun  = Mutuskeun hiji perkara tara dipikir heula.
Goong nabeh karia = Ngagulkeun sorangan.
Goreng - sungut = Resep ngagorengkeun batur.
Hampang - birit  = Daekan.
Hampang - leungeun = Sok resep tunggal-teunggeul.
Handap asor, handap lanyap = Sopan santun.
Hejo - tihang = Anu resep pundah-pindah imah/digawe.
Heuras - genggerong/beuheung = Embung eleh.
Kokolot - begog = Nyanyahoanan/budak anu pipilueun kana urusan kolot.
Kokoro -nyoso = Malarat
Kurang- saeundan = Kurang ingetan.
Leutik - hate  = Kurang wawanen/kawani.
Maliding sanak = Pilih kasih.
Murag bulu bitis = Tu beutah cicing di imah.
Neneh - bonteng = Ngan nyaah kana dahareunana wungkul.
Paeh - baseuh = Paeh ditandasa.
Panjang - leungeun = Resep ceceremed,
Pareumeun - obor = Teu apal jujutan turunan.
Peujit - koreseun = Teu kuat nahan lapar.
Siksik - melik  = Belikan.
Tiis - pikir = Tenang hate.
*)Kat. Kawilang = kaitung;
Yuswa = umur;
Kokolot begog = nyanyahoanan;
guminter = asa pangpinter.

Sumber : http://sundakuring.weebly.com
{[['']]}

Rajah Sunda (Seni Papantunan)

Oleh: Anggi Jayadi


A.    PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN
Dalam KBBI rajah merupakan suratan (gambaran, tanda, dsb) yang dipakai sebagai azimat (untuk penolak penyakit dsb). Rajah juga temasuk dalam kategori/varian dari mantra. Sedangkan mantra , dalam khazanah sastra Sunda berarti jenis puisi yang isinya semacam jampi-jampi atau kata-kata yang bermakna magis; isinya dapat mengandung bujukan, kutukan, atau tantangan yang ditujukan kepada lawannya; untaian kata-kata yang tidak jelas maknanya, biasa diucapkan oleh dukun atau pawang bila menghadapi sesuatu keperluan (Mustappa, 1995: 64).
Sebagaimana pendapat Rusyana (1970) membagi mantra berdasarkan tujuannya menjadi 7 bagian, yaitu jampe 'jampi', asihan 'pekasih', singlar 'pengusir', jangjawokan 'jampi', rajah 'kata-kata pembuka 'jampi', ajian 'ajian/jampi ajian kekuatan', dan pelet 'guna-guna'.
Rajah sunda lebih dikenal dan erat kaitannya dengan seni “papantunan”. Pantun dalam bahasa Sunda berarti balada, atau ballad yakni nyanyian atau syair berlagu yang besifat epis. Hal ini tidak dipisahkan menjadi sendiri-sendiri antara rajah dan Papantunan, justru menjadi salah satu kesatuan yang utuh. Dalam seni papantunan Rajah dibagi menjadi dua bagian yaitu sebagai Rajah bubuka (pembuka) dan Rajah penutup (pamunah). Dilihat dalam Papantunan Sunda, Rajah memang belum ditemukan fungsinya secara utuh, seperti yang di ungkap Ajip rosidi dalam bukunya  Beber layar, “nya eta sababna nu matak nepi ka kiwari ta acan aya nu mesek fungsi rajah, naon tali tumalina jeung kapercayaan karuhun urang, naon fungsi pantun dina hirup kumbuh sunda buhun”(1989 : 58). Tapi kalau dilihat dari bait-bait dan kata yang tersurat di dalamnnya, mungkin saja rajah di maksudkan sebagai doa yang di dalamnnya terdapat beberapa cirri kehidupan, dan penghormatan orang Sunda jaman dahulu tehadap suatu kekuatan yang dianggap lebih besar darinya (gaib).
Memang kebanyakan “Papantunan” atau cerita Pantun itu selalu di awali dan di akhiri dengan membaca Rajah. Jikalau di bandingkan jaman sekarang mungkin lebih tegolong sebagai do’a pembuka dan do’a penutup. “umumna rangkai carita pantun the angger bae kitu-kitu keneh dimimitian ku rajah pembuka……………………………….sabada lalkon tamat nya ditutup ku rajah pamunah” (Rosidi, 2009 : 32).
Ada pula yang berpendapat bahwa Rajah Sunda adalah yang terdapat dalam Mamaos cianjuran. Rajah Sunda (Mamaos cianjuran) adalah do’a “kolot baheula” orang tua jaman dulu yang menggunakan kacapi indung. rajah ini hampir sama dengan kacapi suling. yang membedakannya adalah, jika kacapi suling itu kebanyakan bersangkutan dengan cinta atau hal-hal lain diluar do’a. sedangkan rajah sunda (Mamaos) hanyalah cuplikan do’a berbahasa sunda.
Ada dua bentuk rajah yang dikenal di masyarakat umum pada masa ini, ada rajah yang bebentuk lisan, yang merupakan sutu varian dari mantra, ada pula yang bebentuk tulisan atau yang sering disebut sebagai azimat yang terdapat pada sebuah benda, kain, atau tato (di luar sunda) dalam tubuh yang di anggap bisa memberikan manfaat (sebagai penolak bala/kejahatan). Dalam KBBI Azimat adalah suatu barang (tulisan) yang dianggap mempunyai kesaktian dan dapat melindungi pemiliknya, digunakan sebagai penangkal penyakit, obat dan sebagainya.
Namun Rajah yang tedapat dalam tulisan di khalayak masyarakat banyak sekarang ini, bertuliskan dari hurup arab. Entah bagaimana ceritanya  dari sebagian orang menyebut hal yang sepeti ini juga disebut rajah. Hal ini di mungkinkan juga dari pengaruh islam yang masuk di tatar sunda, dan juga pengaruh kebudayaan lain, sehingga pemahaman dan arti nya pun menjadi meluas.
B.     GAMBARAN DAN ESENSI RAJAH
Berbicara masalah definisi, bentuk, bagian, rupa dan pemahaman masalah Rajah, terutama yang berada di kalangan masyarakat Sunda pada saat ini, memang tidak diketahui secara begitu mendalam. Hal ini dikarenakan kesulitan sumber, fakta serta data-data yang otentik yang bisa menguatkan apa, mengapa, dan bagaimana Rajah yang di maksud secara utuh.
Di bawah ini adalah sebuah contoh rajah, yang di ambil dari Papantunan kang Ibing sebagai pembuka cerita :
Bull…kukus ngelun ka manggung…
ka manggung neda papayung2x….
ka batara neda suka ka pohaci neda suci….
Pun paralun ka sang rumuhun ka batara-kabatari,
 kabatara nagaraja  ka batari nagasugih,
batara pang raksa jagat batari pang hurip bumi…
ampun paralun………….
pun paralun kaseuneu panyeukeut deuleu,
 ka bayu pangusap sukma ka cai panghurip diri,
ka lembah panghudang rasa, pijamaeun da  ari mulang
pun paralun ka pohaci dangdayang sari ka ambu sari pangasih,
ka ambu sari ning bumi, ka ambu sari ning hurip, ampun paralun
ahung…ahung 77x
ahung…ahung…. ahung…ahung…ahung
buru limana putih lemah dempak lemah dampit
lemah cikal lemah bakal lemah panginungan rasa
nu nyanggal sareng ka kujang
ahung…ahung…. ahung…ahung…ahung
ahungna ka buyut kukung buyut kukung ulang alung
di tengah camentrang herang,
mata wene beureum koneng lang sinulang nyerengkebeng
asal nyusup buluk gulung asal nu ngabak pakuan
ahung..ampun paralun..
hung ahung paralun ka gunung nu bakal ka catur
ka lembah bakal ka saba ka tangkal bakal ka pahpral ka cai baris ka sungsi..
ci haliwung nu nyang ngidul cisadane nu nya ngaler
ci hanjuang nu nyangetan ci peucang kiruh ti girang,
 ci kapundung ulah pundung lulurung tujuh ngabandung ka dalapan teu di sorang..
ahung…ahung…ahung….ahung…ahung..
buru lingga asta bahe sajeroning rajah,
rajah kenang rajah kening punah ku rajah pamunah,
bumi rucita, jagat rucita, jaya sang kalawisesa,
 neukteuk leunjeur nilas adegan,
Kabeh siluman sileman jayana mangka sing seda,
sedana beunang ku aing  lohp…
aing nyaho ratu sia nu calik di gunung bukit,
gunung bukit buligir putih, palias punah ku rajah pamunah,
amit-amit neda widi seja heureuy papantunan bisi hariring teu uni,
bisi haleuang heunteu merenah,
 ulah ngait kana fikir, ulah rengat kana manah,
tungul sirungan catang akaran muga bangblas ku hampura…
amit-amit neda wida amitan kanu tos mangkat
pindah alam ku wayahna lumentang di alam panjang
 poe padang nagara tunjung sampurna.
Pun paralun nu mapadane, ngusik-ngusik nu keur calik,
ngeubah-ngeubah nu keur tapa, bisi aya nu kasebit nami keur alit,
 bisi aya nu kasebat jenengan keur budak,
 neda agung nya paralun menta jembar hampurana,
lain diri ku mawani, teu wani bisi kabadi,
lain diri kumawantun teu wantun bisi ka siku, palias niat nyacampah,…
Amit-amit neda widi ka mbah jambrong nu nga geugeuh bandung kulon,
 ka mbah dipa nu ngageugeuh bandung wetan,
ka mbah naya genggong nu ngageugeuh bandung kaler,
ka mbah raksa pujil nu ngageugeuh bandung kidul…
Amit-amit muga di raksa di riksa mugi di aping di jarring,
anu hiri anu dengki anu jail kaniayaya,
pang nyingkirkeun pangnyingkahkeun pangepeskeun…
Rajah kula rajah pamunah, jadi haseup anu ngelun,
 ngelunna ngelun ka manggung, ka manggung ka mega mendung,
run turun ngajadi hujan, hujan poyan sirantangan,
 nyinglar halangan harungan,
balungbang maka balungbang ngebat jalan nga bulungbung bray nyingray lalangse puri hapsari,
nyingray di unday pohaci…………..
Secara garis besar Rajah memang termasuk varian Mantra, namun kenapa di kalangan masyarakat sunda Rajah identik dengan Papapantun. Begitupun dengan aturan-aturan yang tedapat didalamnya, tidak ada peraturan harus bgaimana seperti apa dan penggunaan dalam setiap huruf vokalnya bagaimana, sepeti yang terdapat pada pupuh. Hal ini tidak diketahui secara jelas tentng peraturan-peraturan yang dimilikinya. Karena mungkin pada jaman dahulu terdapat suatu missing-link tentang hal ini, atau mungkin saja sengaja dirahasiakan sebagai pengetahun yang sangat tetutup. Sepeti yang di ungkap Ajip Rosidi dalam Beber Layar, “teu acan aya ne mesek kmh susunan kapecayaan Sunda buhun nu kiwari masih aya titinggalna dina kasusastraan buhun (pantun) (1989 : 58).
Namun walaupun demikian adanya rajah dalam seni Papantunan pun masih sakral dan penuh dengan mistis. Ada banyak lakon dalam seni Papantunan yang didalamnnya terdapat Rajah, yaitu : “Panggung Karaton, Demung Kalagan, Mundinglaya di Kusumah, Lutung Leutik, Kembang Penyarikan, Ciung Wanara dan Laiinya” dan setiap cerita Papantunan Pasti terdapat Rajah. Rajah pun berbeda-beda tergantung orang yang memantunkannya atau tempat asal di dapatkannya dan dari siapa yang mengajarkannya.
Misalkan Pantun Lutung Leutik yang dibawakan oleh Ki kamal dari kuningan  (Depdikbud, 1987). Walaupun lakon tersebut sudah dibukukan, namun akan beda halnya jika dibawakan oleh pemantun dari Cianjur atau Cirebon, kecuali satu perguruan atau  pernah berguru kepada beliau. “cara Rajah, bedana panataan teh heunteu gumantung kana lalakona, tapi gumantung kana wewengkon jeung saha juru pantuna”(Rosidi, 2009 : 37).
PENUTUP
 Diatas telah dikupas, bahwa Esensi dan makna dari Rajah bisa di hipotesiskan sebagai do’a yang masih tergolong dalam varian Mantra. Karena Zedgeist  jiwa jaman atau keadaan jaman pada masa itu yang belum tersentuh dengn agama-agama yang seperti sekarang ini. Diartikan secara sempit masih banyak yang tergolong dalam Animisme dan dinamisme. Namun di pandang secara kesusastraan dan kebudayaan (creative minority) ini adalah salah satu warisan yang meski kita gali terus sebagai sumber, untuk mengetahui hiruk pikuk keadaan pada masa itu.
Terakhir dari tulisan ini mudah-mudahan dapat menambah sedikit pengetahuan bagi penulis, pembaca dan bagi yang mengetahui. Kalaupun banyak kesalahan mohon koreksi nya sebagai pengingat, kritik, dan saran bagi penulis yang masih dalam tahap belajar.
Hapunteun anu kasuhun, Hampura  anu kateda, luhur baur bahe carek neda jembar dihampura…..pun….ampun ampun…
DAFTAR PUSTAKA
Rusyana, Yus. (1970) . Bagbagan Puisi Mantra Sunda . Bandung: Proyek Penelitian Pantun dan Folklore Sunda
Ki Kamal. (1987) . Carita Lutung Luetik, Pantun Sunda. Jakarta : Depatemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Dareah
Rosidi, Ajip. (1989) . Beber layar. Jakarta : PT Giri Mukti Pasaka
Danandjaja, James. (1994) . Folklore Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: Grafiti.
Mustappa, Abdullah. (1995) .Kamus Sastra. Bandung: PT Granesia
Suroso, Imam. (1999). "Santet, Magis atau Psikis?", dalam Menguak Rahasia Supranatural.
Solo: CV. Aneka.
Rosidi, Ajip (2009) . Ngalanglang Kasusastraan Sunda. Bandung : Kiblat Buku Utama


Sumber : http://blog-urangsunda.blogspot.com/
{[['']]}
Lihat PETA WISATA ZI'ARAH CIKUNDUL di peta yang lebih besar
Lisensi Creative Commons
WISATACIKUNDUL oleh BUDAKSHARETM disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada http://wisataziarahcikundul.blogspot.com/.
Izin di luar dari ruang lingkup lisensi ini dapat tersedia pada @WISATACIKUNDUL.
 
Support : MOVIE LIVE | LIVE DOWNLOAD
Profile Google + : PUTRA SUNDA | BUDAKSHARE-TM
Copyright © 2014. WISATA CIKUNDUL - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Follow on FACEBOOK : (1) Wisata Cikundul
Follow on TWITER : (2) Wisata Cikundul